maaf bila diamku menahanmu untuk sementara

Aku bersembunyi dalam keramaian, berharap sepi tidak menemukanku di sana.
Terlalu banyak suara yang mendatangkan namanya, terdengar singkat namun berbekas.
Di keramaian itu aku masih diam, aku takut dia menahan sepi untuk sementara, lalu menjatuhkan sisa-sisa bahagia yang ku titipkan padanya.
Kelemahan terlihat sangat kuat saat dia memalingkan wajahnya bahkan untuk sekedar menyapa sedikit sapaan dariku. Aku tidak tahu di mana aku, aku sendiri dan tak satupun mendengar tanyaku.
Sepi yang ku takutkan menyergap kesendirianku, membungkam nafas-nafas kecil yang sengaja ku simpan untuk melihat senyumnya saat pagi, membaca kabarnya, serta mendo’akan lelapnya. Ya, aku kalah.! Kalah untuk tidak tertunduk di hadapannya. Kalah untuk selalu bisa menempatkan bahagia dalam genggamannya, meski bukan lagi dariku.
Maaf bila diamku menahanmu untuk sementara….

Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

One Response to maaf bila diamku menahanmu untuk sementara

Unknown mengatakan...

kereeennn
nyontek or buat ndry tu tanzil ?

kepencet

i'm. Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.