Archive for Maret 2013

maaf bila diamku menahanmu untuk sementara

Aku bersembunyi dalam keramaian, berharap sepi tidak menemukanku di sana.
Terlalu banyak suara yang mendatangkan namanya, terdengar singkat namun berbekas.
Di keramaian itu aku masih diam, aku takut dia menahan sepi untuk sementara, lalu menjatuhkan sisa-sisa bahagia yang ku titipkan padanya.
Kelemahan terlihat sangat kuat saat dia memalingkan wajahnya bahkan untuk sekedar menyapa sedikit sapaan dariku. Aku tidak tahu di mana aku, aku sendiri dan tak satupun mendengar tanyaku.
Sepi yang ku takutkan menyergap kesendirianku, membungkam nafas-nafas kecil yang sengaja ku simpan untuk melihat senyumnya saat pagi, membaca kabarnya, serta mendo’akan lelapnya. Ya, aku kalah.! Kalah untuk tidak tertunduk di hadapannya. Kalah untuk selalu bisa menempatkan bahagia dalam genggamannya, meski bukan lagi dariku.
Maaf bila diamku menahanmu untuk sementara….

1 Comment

..dan untukmu, aku berhenti melupakan..

Kau tahu?
Aku punya hadiah kecil darimu yang masih ku simpan, yaitu rindu.
Aku tidak menerimanya secara sengaja, mungkin karna aku tidak bisa menolaknya.
Rinduku akan menghapus lautan benci yang menenggelamkan namamu, mengangkat puing-puing masa lalu yang mulai berkarat. Lalu melahirkan senyum simpul di bibirku yang aku sendiri tidak paham.

aku tidak bermaksud untuk memaksa ingatanmu berbalik ke arahku, juga bukan bermaksud menyiram benih cinta yang mungkin telah mati. Aku tahu ini akan sia-sia, aku juga mendo’akan bahagiamu. Tapi ketahuilah, saat dimana Tuhan mempertemukan kita kembali, saat itu kau melenyapkan sedikit usahaku untuk melupakanmu.

Aku tidak sekuat fikiranmu, kesendirianku terlalu dekat dengan rindu terhadapmu. Maafkan kelemahanku, cintamu terlalu kuat untuk dikalahkan.
….dan untukmu, aku berhenti melupakan….

Leave a comment

Cinta, siapa engkau sebenarnya?

Aku sering tidur dengan pelukan rindumu. Engkau cinta yang disebut keindahan.
Tapi aku tidak mengenalmu, siapa engkau sebenarnya?
Jika kau mampu membutakan mata, bagaimana engkau membutakannya sedangkan melihatmu saja tidak bisa. Aku memilih kebodohan saat merasa bersamamu, bodoh yang begitu membodohkan.
Cinta, siapa engkau sebenarnya?
Apa tempatmu di hati?
Lalu mengapa kau merusak sarangmu saat engkau pergi, apa melupakan itu kejam?
Ah, mungkin kau hanya sebuah symbol untuk mewakili kebahagian. Mungkin saja kau hanya kata yang diselipkan saat sakit itu menyakitkan.

Cinta, jika benar adamu, dimana engkau saat aku lupa menyapa malam untuk terlelap?
Jika memang ada datanglah malam ini, dengan begitu aku bisa mempercayaimu, menitip kebahagianku saat aku tidak mampu menyimpannya.
Lalu jawab tanyaku, siapa engkau sebenarnya?

Leave a comment

kepencet

i'm. Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.