Kau tahu?
Aku punya hadiah kecil darimu yang masih ku simpan, yaitu rindu.
Aku tidak menerimanya secara sengaja, mungkin karna aku tidak bisa menolaknya.
Rinduku akan menghapus lautan benci yang menenggelamkan namamu, mengangkat puing-puing masa lalu yang mulai berkarat. Lalu melahirkan senyum simpul di bibirku yang aku sendiri tidak paham.
aku tidak bermaksud untuk memaksa ingatanmu berbalik ke arahku, juga bukan bermaksud menyiram benih cinta yang mungkin telah mati. Aku tahu ini akan sia-sia, aku juga mendo’akan bahagiamu. Tapi ketahuilah, saat dimana Tuhan mempertemukan kita kembali, saat itu kau melenyapkan sedikit usahaku untuk melupakanmu.
Aku tidak sekuat fikiranmu, kesendirianku terlalu dekat dengan rindu terhadapmu. Maafkan kelemahanku, cintamu terlalu kuat untuk dikalahkan.
….dan untukmu, aku berhenti melupakan….
Aku punya hadiah kecil darimu yang masih ku simpan, yaitu rindu.
Aku tidak menerimanya secara sengaja, mungkin karna aku tidak bisa menolaknya.
Rinduku akan menghapus lautan benci yang menenggelamkan namamu, mengangkat puing-puing masa lalu yang mulai berkarat. Lalu melahirkan senyum simpul di bibirku yang aku sendiri tidak paham.
aku tidak bermaksud untuk memaksa ingatanmu berbalik ke arahku, juga bukan bermaksud menyiram benih cinta yang mungkin telah mati. Aku tahu ini akan sia-sia, aku juga mendo’akan bahagiamu. Tapi ketahuilah, saat dimana Tuhan mempertemukan kita kembali, saat itu kau melenyapkan sedikit usahaku untuk melupakanmu.
Aku tidak sekuat fikiranmu, kesendirianku terlalu dekat dengan rindu terhadapmu. Maafkan kelemahanku, cintamu terlalu kuat untuk dikalahkan.
….dan untukmu, aku berhenti melupakan….



Posting Komentar