Saat waktu tidur menghampiri, sapa dia, minta nomor hapenya..!!
Gue baru aja melewati semester terberat di kampus dengan IP yang membuat ‘nangis’ kalo dilihat. Itu wajar aja, secara gue nggak fokus dulu kuliahnya, lagi sibuk “kesting” #halah. Sebenarnya gue agak sedikit kecewa sih dengan IP gue, tapi gue berusaha mencari alasan yang (kira-kira) bisa menutupi kekecewaan gue. Alasan ini juga yang bakal gue gunakan saat menghadapi serangan dari emak-bapak gue. Muhehmuheh.
#alasan 1 : sibuk
Gue rasa ini alasan yang masuk di akal orang tua gue, karna gue kuliah di FMIPA KIMIA yang notabenenya adalah kampus perakit bom (itu istilah dari bapak gue). So, kalo gue ditanya “kenapa nilaimu turun??”, maka gue dengan santai menjawab “lagi sibuk rakit bom.!!” *dikejar pake parang puntung*
#alasan 2 : Euro 2012
Sudah menjadi rahasia umum kalo gue adalah penggila sepakbola eropa, banyak yang bilang karna gue ada darah eropanya dikit. *sipitin mata* :D . pergelaran Euro 2012 bertepatan dengan waktu final di kampus, bagi gue ini menjadi sangat menguntungkan, karna Euro kali ini bukan hanya sebagai tontonan, tapi juga bisa dijadikan alibi. Gue udah membuat skenario tentang ini, berikut skenarionya.
Emak : “ini kenapa nilaimu nggak bisa dibaca?”
Gue : itu kebalik mak *benerin
Emak : “oh iya, maap. WHAT?? NGAPAIN AJA DI KAMPUS?? NILAI KOK ANCUR GINI??” *muncrat-muncrat*
Gue : sekarang lagi Euro mak, tiap malem nonton bola, jadi nggak sempat belajar. Apalagi pas ujiannya sering ngantuk , jadinya nggak pokus. #langsungdicangkul
Nggak gini juga ngantuknya.!
#alasan 3 : jadwal kuliah sering bertabrakan
Ini mungkin alasan paling fatal untuk diterima. Simpelnya gini, jadwal kuliah gue tuh kebanyakan pagi jam 08.00 WITA (Eropa lek!), jam segitu gue masih punya kegiatan lain yang nggak bisa gue kompromi, yaitu TIDUR.!! jadinya ya gue sering nggak masuk kuliah. Gue selalu dituntut untuk memilih, meraih masa depan atau meraih mimpi-mimpi gue. Kadang gue nggak memilih keduanya alias golput, maksudnya gue tetep berangkat kuliah supaya masa depan gue cerah, nyampe di kelas gue ngelanjutin tidur untuk membangun kembali mimpi-mimpi gue. Tidak memilih itu juga merupakan pilihan, jadi golput itu pilihan gue. Dan mengenai nilai gue yang ambruk, itu juga pilihan yang gue pilih. Mungkin ini pilihan yang salah, dan gue udah lama berdiri di atas pilihan itu. Bagi gue sih, jangan takut memilih, Tuhan memang menyediakan pilihan untuk kita pilih, tapi tetap aja pilihan kita sudah ditentukan oleh-NYA.
Oke, pokus..pokus.!!
sekarang semester 4 gue berakhir dengan berakhirnya tulisan gue ini. Gue nggak akan melihat ke belakang lagi, karna gue punya spion. Kehidupan memang seperti roda berputar, masa lalu yang kita lewati akan dihadapkan kembali, dan jika saat itu tiba, jangan memilih pilihan yang sama dengan masa lalu, coba aja milih yang lain. Okesip.





Posting Komentar